· PT Indosat Tbk (
ISAT) memperoleh fasilitas pinjaman seniali US$ 400 juta untuk jangka waktu lima tahun. Pemberian utang bank yang ipimpin sindikasi ING Bank NV dan DBS Bank Ltd tersebut lebih tinggi dari sebelumnya.
· PT Bumi Resources Tbk (
BUMI) membagikan dividen tahun 2007 sebesar Rp. 2,15 triliun atau Rp. 111 per saham. Dividen tersebut merupakan 30% dari total laba bersih perseroan tahun lalu. BUMI sudah membagikan dividen interim Rp. 66 tahun lalu sehingga sisanya Rp. 45 per saham akan dibagikan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu RUPSLB BUMI menyetujui proses pembelian kembali saham (buy back) 3 % dengan harga maksimal Rp. 11.600.
· PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (
APOL) memperoleh pinjaman senilai US$ 144 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun empat kapal yang direncanakan rampung 2011. APOL memperoleh pinjaman dari ING Bank UOB, dan DVB Belanda senilai 80% dari total pembangunan kapal perseroan.
· Bapepam –LK meminta jaminan
PT Adaro Energy Tbk tidak merugikan investor public pasca initial public offering (IPO) Risiko itu berpotensi muncul akibat kepemilikan saham yang hingga kini masih dipertanyakan.
· PT Perdana Karya Perkasa Tbk (
PKPK) menargetkan investasi mencapai Rp. 500 miliar dalam tuga tahun ke depan. Investasi akan didanai kas internal, pinjaman bank dan obligasi. PKPK membagikan dividen Rp. 11,43 per saham.
· PT Indo Acidatama Tbk (
SRSN) tengah menjajaki pinjaman senilai US$ 21 juta atau setara dengan Rp. 195,6 miliar dari dua bank local. Pinjaman ini terkait dengan rencana pembangunan pabrik bioethanol sebesar US$ 25 – 30 juta tahun ini.
· PT Hotel Sahid Jaya Tbk (
SHID) menginvestasikan dana Rp. 2 triliun untuk mengembangkan bisnis oerseroan sepanjang tiga tahun ke depan. Salah satu penggunaan dana terbesar dialokasikan untuk membangun Sahid Perdana yang merupakan gabungan hotel dan gedung perkantoran senilai Rp. 1,7 triliun.
· Prajogo dan Goldman Sachs diduga berada di belakang akusisi 80,67% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (
APEX) oleh PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA) dengan suntikan dana US$ 275juta.
· Sejumlah bank akan mengucurkan pinjaman sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp. 9,3 triliun untuk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (
TLKM) pada agustus 2008. Dana tersebut untuk memenuhi belanja modal (capex) tahun ini senilai US$ 2,5 miliar.
· PT Bumi Resources Tbk (
BUMI) membutuhkan dana Aus$ 564,48 juta setara Rp. 4,99 triliun untuk mengakuisisi 100% saham Herald Resources Pte Ltd. Angka itu membengkak Rp. 980 miliar dari kebutuhan dana akuisisi saat penawaran awal pada Desember 2007. Perseroan melalui anak usahanya Calipso Investment Pte Ltd menaikkan penawaran saham Herald Resources Pte Ltd menjadi Aus$ 2,8 per saham.
· Nilai kapitalisasi PT Bumi Resources Tbk (
BUMI) pada perdagangan Senin 9/6 mencapai Rp. 163,96 triliun atau 9,34% terhadap total nilai kapitalisasi pasar di PT Bursa Efek Indonesia. Angka ini melampaui nilai kapitalisasi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (
TLKM) sebesar Rp. 159,26 trilun (9,07%)
· PT Bumi Resources Tbk (
BUMI) merencanakan untuk melakukan pembelian kembali saham yang telah dikeluarkan sebanyak-banyaknya 582.120.000 saham atau sebanyak-banyaknya 3% dari seluruh saham yang ditempatkan dan setor penuh dengan ketentuan pembelian tersebut akan dilakukan dengan harga tidak lebih dari Rp. 11.600,- per saham
· PT Mitra Rajasa Tbk (
MIRA) siap diperiksa Bapepam – LK terkait akuisisi 80.57% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX). Hal tersebut menyusul jual beli saham pada harga terendah Rp. 2.450,- per saham.
· PT Perdana Gapuraprima Tbk (
GPRA) memperoleh pinjaman lunak (soft loan) sebesar US$ 30 juta atau setara Rp. 279,45 miliar dari Daewoo Securities Co Ltd. Kedua pihak juga menjajaki konversi pinjaman menjadi saham. Tahun lalu Daewoo Securities telah menguasai 19.9% PT Etrading Securities. Daewoo telah menyatakan komitmennya untuk investasi sebear US$ 2,5 miliar di Indonesia. Daewoo adalah perusahaan sekuritas terbesar di Korea Selatan.
· PT Jababeka Tbk (
KIJA) akan menerima pinjaman bank sebesar US$ 146 juta atau setara Rp. 1,35 triliun. Pinjaman tersebut karena KIJA menunda penerbitan perseroan. Pinajaman berasal dari sindakasi PT Bank CIMB Niaga Tbk (
BNGA) dan CIMB Bank Ltd. Dananya bakal ditarik Agustus – September 2008. Perseroan akan memanfaatkan pinjaman tersebut untuk membiayai proyek pembangkit listrik berkapasitas 13 MW di Cikarang.
· PT Mitra Rajasa Tbk (
MIRA) siap diperiksa Bapepam – LK terkait akuisisi 80.57% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX). Hal tersebut menyusul jual beli saham pada harga terendah Rp. 2.450,- per saham.
· PT Perdana Gapuraprima Tbk (
GPRA) memperoleh pinjaman lunak (soft loan) sebesar US$ 30 juta atau setara Rp. 279,45 miliar dari Daewoo Securities Co Ltd. Kedua pihak juga menjajaki konversi pinjaman menjadi saham. Tahun lalu Daewoo Securities telah menguasai 19.9% PT Etrading Securities. Daewoo telah menyatakan komitmennya untuk investasi sebear US$ 2,5 miliar di Indonesia. Daewoo adalah perusahaan sekuritas terbesar di Korea Selatan.
· PT Jababeka Tbk (
KIJA) akan menerima pinjaman bank sebesar US$ 146 juta atau setara Rp. 1,35 triliun. Pinjaman tersebut karena KIJA menunda penerbitan perseroan. Pinajaman berasal dari sindakasi PT Bank CIMB Niaga Tbk (
BNGA) dan CIMB Bank Ltd. Dananya bakal ditarik Agustus – September 2008. Perseroan akan memanfaatkan pinjaman tersebut untuk membiayai proyek pembangkit listrik berkapasitas 13 MW di Cikarang.
· PT Agis Tbk (
TMPI) melalui anak perusahaannya, PT Agis Electronic, berencana mengakuisisi perusahaan distributor elektronik dan telepon selular Singapore senilai Rp. 500 miliar.
· PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (
JPFA) berencana mengakuisisi perusahaan pakan ternak senilai US$ 3 – 5 juta atau setara Rp. 27,6 – 46 miliar.
· PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk (
SULI) mengalokasikan US$ 1juta atau setara Rp. 9,2 miliar untuk membangun infrastruktur seperti jalan dan jembatan di areal PT Essam Timber. Langkah itu direalisasikan setelah
SULI rampung akuisisi peruahaan pemegang HPH seluas 355.800 ha di Kaltim.
·
PT Indika Energy Tbk tengah menjajaki tender proyek kontraktor pertambangan senilai US$ 4,4 miliar melalui anak usahanya PT Tripatra dengan sejumlah perusahaan. Sebagian keputusan tender tersebut diharapkan rampung pada semester II – 2008.
· Penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham
PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI) ditawarkan pada kisaran Rp. 250 – 280 per saham. Perseroan menargetkan perolehan dana maksimal Rp. 380,8 miliar.
· Beberapa perusahaan asing tengah menjajaki akuisisi saham di PT Barito Pacific Tbk (
BRPT).
· PT Sierad Priduce Tbk (
SIPD) memperoleh pinjaman sebesar Rp. 43,44 miliar dari salah satu bank swasta nasional untuk membeli aset tanah seluas 7.050 meter persegi dan pembangunan gedung kantor di Bumi Serpong Damai City Serpong, Tangerang.
* Qatar Telecom (Qtel) bersedia melakukan tender offer terhadap sisa saham PT Indosat Tbk (
ISAT) menyusul pembelian 40,8% saham perusahaan itu dari Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (STT) dengan harga yang sama.